Jangan banyak gaya dalam menulis karya ilmiah! Seperti memilih jodoh, cukup satu tanpa buru-buru...

rizka amaliahAbout 3 min readMar 21, 2025Watch original
THE SUMMARYAI-generated

Key Concepts

  • Tata Pengutipan: Aturan dan cara mencantumkan informasi dari sumber referensi dalam karya ilmiah.
  • Kutipan: Reproduksi teks, ilustrasi, gambar, atau informasi lain dari sumber referensi.
  • In-note: Tata pengutipan yang informasinya bergabung di dalam teks normal.
  • Footnote: Tata pengutipan yang informasi referensinya ada di bagian bawah teks (kaki teks).
  • End-note: Tata pengutipan yang informasi referensinya diletakkan di bagian akhir teks.
  • Gaya Selingkung: Gaya penulisan yang disepakati oleh lembaga atau wadah publikasi ilmiah tertentu.
  • Kutipan Langsung: Peminjaman informasi yang persis seperti redaksi aslinya (copy-paste).
  • Kutipan Tidak Langsung: Peminjaman informasi dengan modifikasi (paraphrase, merangkum, mengubah tata letak kata).
  • Gaya Penulisan Internasional: Standar tata pengutipan yang berlaku secara global (MLA, Chicago, Turabian, APA).
  • Zotero & Mendeley: Aplikasi otomasi sitasi dan pengolahan referensi.

Kutipan dan Tata Pengutipan

  • Definisi Kutipan: Kutipan adalah reproduksi teks, ilustrasi, gambar, atau informasi lain dari sumber referensi yang digunakan untuk memberikan atau memperkuat informasi dalam karya ilmiah.
  • Fungsi Kutipan:
    • Memperkuat gagasan ilmiah.
    • Membandingkan gagasan penulis dengan gagasan peneliti terdahulu.
    • Menyampaikan informasi secara jujur bahwa ide yang disampaikan sudah ada yang membahas sebelumnya.
  • Jenis Tata Pengutipan:
    • In-note: Informasi referensi bergabung dalam teks. Contoh: (Safari, 2016). Informasi lengkap ada di daftar pustaka.
    • Footnote: Informasi referensi ada di bagian bawah teks. Ditandai dengan nomor. Bisa digunakan untuk keterangan tambahan selain referensi.
    • End-note: Informasi referensi ada di bagian akhir teks. Prinsipnya sama dengan footnote, hanya beda letak.

Gaya Selingkung

  • Definisi: Gaya penulisan yang disepakati oleh lembaga atau wadah publikasi ilmiah tertentu.
  • Pentingnya Gaya Selingkung: Penulis harus mengikuti gaya selingkung yang berlaku di tempat karya ilmiah akan dipublikasikan.
  • Cakupan Gaya Selingkung: Tidak hanya tata pengutipan, tetapi juga aspek teknis seperti penggunaan huruf kapital, panjang judul, panjang abstrak, batas margin, dll.
  • Keterkaitan dengan Daftar Rujukan: Gaya selingkung juga mengatur tata cara penulisan daftar rujukan (daftar pustaka).
  • Contoh: UIN Maulana Malik Ibrahim memiliki gaya selingkung khusus per fakultas, yang mungkin dimodifikasi dari Chicago style.

Kutipan Langsung vs. Tidak Langsung

  • Kutipan Langsung (Copy-Paste):
    • Kurang dari 40 kata: Ditulis menyatu dengan teks normal, diapit tanda kutip. Ada titik tiga (...) jika ada kosakata yang dihilangkan. Contoh: "Pengalaman pemanfaatan sarana MCK..." (Wicaksono, 2001).
    • Lebih dari 40 kata: Ditulis terpisah dari paragraf normal, ukuran huruf diperkecil, spasi satu, menjorok dari kiri dan kanan.
  • Kutipan Tidak Langsung (Paraphrase, Merangkum):
    • Informasi dimodifikasi (paraphrase, merangkum, mengubah tata letak kata).
    • Pola penulisan sama seperti teks normal. Tidak ada tanda kutip atau pemisahan paragraf khusus.

Gaya Penulisan Internasional

  • Contoh Gaya Penulisan Internasional: MLA, Chicago, Turabian, APA.
  • Perbedaan Antar Gaya: Terletak pada kesepakatan lembaga, misalnya penggunaan in-note (MLA, APA) atau footnote/end-note (Chicago, Turabian).
  • Aplikasi Otomasi Sitasi: Zotero dan Mendeley dapat digunakan untuk menerapkan gaya penulisan internasional secara otomatis.
  • Keterbatasan Aplikasi: Zotero dan Mendeley terbatas untuk gaya penulisan internasional, tidak bisa digunakan untuk gaya selingkung yang dimodifikasi.

Kesimpulan

Tata pengutipan adalah bagian penting dalam penulisan karya ilmiah. Penulis harus memahami berbagai jenis tata pengutipan (in-note, footnote, end-note), gaya selingkung yang berlaku di tempat publikasi, dan perbedaan antara kutipan langsung dan tidak langsung. Aplikasi otomasi sitasi seperti Zotero dan Mendeley dapat membantu dalam menerapkan gaya penulisan internasional, tetapi memiliki keterbatasan untuk gaya selingkung yang dimodifikasi. Menulis karya ilmiah akan membuat penulis eksis.

AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.

MAKE IT YOURS

Read. Remember. Reuse.

Free tools

Go a little deeper.

Have a question about this video? Load its transcript to open the video chat.