Key Concepts:
- Klasifikasi Penelitian: Penggolongan riset berdasarkan bidang ilmu, fungsi peneliti, tempat, manfaat, tujuan, waktu pengumpulan data, dan tingkat eksplanasi.
- Penelitian Akademik, Profesional, Institusional: Tiga jenis penelitian berdasarkan kedudukan peneliti dan fokus validitas.
- Penelitian Murni vs. Terapan: Dibedakan berdasarkan manfaat (pengembangan keilmuan vs. pemecahan masalah).
- Penelitian Eksploratif, Pengembangan, Verifikatif, Kebijakan: Dibedakan berdasarkan tujuan penelitian.
- Penelitian Longitudinal vs. Cross-Sectional: Dibedakan berdasarkan waktu pengumpulan data dan subjek penelitian.
- Penelitian Deskriptif, Komparatif, Asosiatif: Dibedakan berdasarkan tingkat eksplanasi data.
- Penelitian Kuantitatif vs. Kualitatif: Dibedakan berdasarkan pendekatan, tujuan, jenis data, dan metode analisis.
- Penelitian Survei/Ex Post Facto vs. Eksperimen: Dibedakan berdasarkan keberadaan data (sudah ada vs. belum ada) dan adanya treatment.
- Validitas Internal vs. Eksternal: Validitas internal berfokus pada proses penelitian yang tepat, sedangkan validitas eksternal berfokus pada manfaat dan kegunaan hasil penelitian.
- Paradigma Penelitian: Pendekatan atau kerangka berpikir yang mendasari pelaksanaan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau gabungan).
- Interaksi Sosial Rendah: Kriteria penting dalam memilih metode penelitian selama pandemi COVID-19 untuk mengurangi kontak fisik.
1. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Berbagai Sudut Pandang
- Berdasarkan Bidang Ilmu: Penelitian dikelompokkan berdasarkan ontologi atau bidang ilmu yang diteliti, seperti pendidikan, ekonomi, psikologi, teknologi informasi, pertanian, kesehatan, dll.
- Berdasarkan Fungsi/Kedudukan Peneliti:
- Penelitian Akademik: Dilakukan oleh mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi). Masalah tidak terlalu kompleks, fokus pada validitas internal (prosedur penelitian yang tepat). Kegunaan tidak menjadi tujuan utama.
- Penelitian Profesional: Dilakukan oleh peneliti profesional (dosen, guru senior). Fokus pada validitas internal dan eksternal (manfaat dan kegunaan hasil penelitian).
- Penelitian Institusional: Dilakukan oleh lembaga atau perusahaan. Fokus pada validitas eksternal (manfaat untuk kepentingan institusi). Contoh: penelitian untuk meningkatkan penerimaan peserta didik baru.
- Berdasarkan Tempat:
- Penelitian Laboratorium: Dilakukan di laboratorium (kimia, biologi, fisika) atau lingkungan yang disetting (kelas).
- Penelitian Lapangan: Dilakukan di lapangan, mengikuti apa yang terjadi tanpa disetting.
- Penelitian Kepustakaan: Menggunakan data literatur di perpustakaan. Contoh: metode konten analisis. Interaksi sosial paling rendah.
- Berdasarkan Manfaat/Kegunaan:
- Penelitian Murni: Manfaat untuk pengembangan keilmuan itu sendiri, bukan untuk pemecahan masalah praktis. Contoh: penelitian tentang bahasa biner yang kemudian menjadi dasar teknologi informasi. Manfaat teoritik.
- Penelitian Terapan: Kegunaan untuk memecahkan masalah saat ini. Contoh: penelitian tentang vaksin virus Corona atau model pembelajaran efektif selama PJJ.
- Berdasarkan Tujuan Penelitian:
- Penelitian Eksploratif: Menemukan atau menggali informasi. Pertanyaan "mengapa" atau "apa saja".
- Penelitian Pengembangan: Mengembangkan model (R&D).
- Penelitian Verifikatif: Membuktikan atau menguji hipotesis.
- Penelitian Kebijakan: Melihat keefektifan kebijakan. Kebijakan sebagai langkah antisipatif terhadap masalah.
- Berdasarkan Waktu Pengumpulan Data:
- Penelitian Longitudinal: Subjek penelitian tetap, diukur terus-menerus. Hasil lebih tepat, tetapi waktu lama.
- Contoh: Meneliti persepsi siswa SMP terhadap pembelajaran daring. Dengan pendekatan longitudinal, untuk mendapatkan informasi persepsi terhadap pembelajaran daring kelas 7 maka diambil yang saat ini sedang kelas 7, persepsi siswa klas8 terhadap pembelajaran daring makan nanti nunggu siswa kelas 7 ini naik kelas 8, dan untuk misalnya persepsi kelas 9 nanti nunggu anaknya framework7 adalah nanti kelas nunggu dia naik kelas 9 itu subjeknya sama jadi orang yang sama tapi waktunya kan nunggu lama.
- Penelitian Cross-Sectional: Pengumpulan data cepat, tetapi kelemahan pada kondisi tertentu diwakili oleh subjek yang berbeda.
- Contoh: Meneliti persepsi siswa SMP terhadap pembelajaran daring. Dengan pendekatan Cross sectional, maka ya untuk lah 7 kita ambil wakil dari kelas 7 yang saat ini kelas 8 diambil kelas 8 yang ada saat ini kelas 9 diambil kelas 9 yang saat ini.
- Penelitian Longitudinal: Subjek penelitian tetap, diukur terus-menerus. Hasil lebih tepat, tetapi waktu lama.
- Berdasarkan Tingkat Eksplanasi:
- Penelitian Deskriptif: Menguraikan data secara mandiri, variabel tidak dikaitkan.
- Penelitian Komparatif: Mengaitkan dua atau lebih variabel dengan pendekatan perbandingan.
- Penelitian Asosiatif/Korelasi: Mengaitkan dua atau lebih variabel dengan pendekatan hubungan.
2. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif
| Fitur | Penelitian Kuantitatif . | Tujuan | Membuat generalisasi. . | Populasi dan Sampel | Populasi dan sampel didefinisikan dengan jelas. . | Statistik | Menggunakan statistika inferensial (induktif) untuk menguji hipotesis.
AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.


