Ragam Penelitian

supardi usAbout 3 min readMar 22, 2025Watch original
THE SUMMARYAI-generated

Key Concepts:

  • Klasifikasi Penelitian: Penggolongan riset berdasarkan bidang ilmu, fungsi peneliti, tempat, manfaat, tujuan, waktu pengumpulan data, dan tingkat eksplanasi.
  • Penelitian Akademik, Profesional, Institusional: Tiga jenis penelitian berdasarkan kedudukan peneliti dan fokus validitas.
  • Penelitian Murni vs. Terapan: Dibedakan berdasarkan manfaat (pengembangan keilmuan vs. pemecahan masalah).
  • Penelitian Eksploratif, Pengembangan, Verifikatif, Kebijakan: Dibedakan berdasarkan tujuan penelitian.
  • Penelitian Longitudinal vs. Cross-Sectional: Dibedakan berdasarkan waktu pengumpulan data dan subjek penelitian.
  • Penelitian Deskriptif, Komparatif, Asosiatif: Dibedakan berdasarkan tingkat eksplanasi data.
  • Penelitian Kuantitatif vs. Kualitatif: Dibedakan berdasarkan pendekatan, tujuan, jenis data, dan metode analisis.
  • Penelitian Survei/Ex Post Facto vs. Eksperimen: Dibedakan berdasarkan keberadaan data (sudah ada vs. belum ada) dan adanya treatment.
  • Validitas Internal vs. Eksternal: Validitas internal berfokus pada proses penelitian yang tepat, sedangkan validitas eksternal berfokus pada manfaat dan kegunaan hasil penelitian.
  • Paradigma Penelitian: Pendekatan atau kerangka berpikir yang mendasari pelaksanaan penelitian (kuantitatif, kualitatif, atau gabungan).
  • Interaksi Sosial Rendah: Kriteria penting dalam memilih metode penelitian selama pandemi COVID-19 untuk mengurangi kontak fisik.

1. Klasifikasi Penelitian Berdasarkan Berbagai Sudut Pandang

  • Berdasarkan Bidang Ilmu: Penelitian dikelompokkan berdasarkan ontologi atau bidang ilmu yang diteliti, seperti pendidikan, ekonomi, psikologi, teknologi informasi, pertanian, kesehatan, dll.
  • Berdasarkan Fungsi/Kedudukan Peneliti:
    • Penelitian Akademik: Dilakukan oleh mahasiswa (skripsi, tesis, disertasi). Masalah tidak terlalu kompleks, fokus pada validitas internal (prosedur penelitian yang tepat). Kegunaan tidak menjadi tujuan utama.
    • Penelitian Profesional: Dilakukan oleh peneliti profesional (dosen, guru senior). Fokus pada validitas internal dan eksternal (manfaat dan kegunaan hasil penelitian).
    • Penelitian Institusional: Dilakukan oleh lembaga atau perusahaan. Fokus pada validitas eksternal (manfaat untuk kepentingan institusi). Contoh: penelitian untuk meningkatkan penerimaan peserta didik baru.
  • Berdasarkan Tempat:
    • Penelitian Laboratorium: Dilakukan di laboratorium (kimia, biologi, fisika) atau lingkungan yang disetting (kelas).
    • Penelitian Lapangan: Dilakukan di lapangan, mengikuti apa yang terjadi tanpa disetting.
    • Penelitian Kepustakaan: Menggunakan data literatur di perpustakaan. Contoh: metode konten analisis. Interaksi sosial paling rendah.
  • Berdasarkan Manfaat/Kegunaan:
    • Penelitian Murni: Manfaat untuk pengembangan keilmuan itu sendiri, bukan untuk pemecahan masalah praktis. Contoh: penelitian tentang bahasa biner yang kemudian menjadi dasar teknologi informasi. Manfaat teoritik.
    • Penelitian Terapan: Kegunaan untuk memecahkan masalah saat ini. Contoh: penelitian tentang vaksin virus Corona atau model pembelajaran efektif selama PJJ.
  • Berdasarkan Tujuan Penelitian:
    • Penelitian Eksploratif: Menemukan atau menggali informasi. Pertanyaan "mengapa" atau "apa saja".
    • Penelitian Pengembangan: Mengembangkan model (R&D).
    • Penelitian Verifikatif: Membuktikan atau menguji hipotesis.
    • Penelitian Kebijakan: Melihat keefektifan kebijakan. Kebijakan sebagai langkah antisipatif terhadap masalah.
  • Berdasarkan Waktu Pengumpulan Data:
    • Penelitian Longitudinal: Subjek penelitian tetap, diukur terus-menerus. Hasil lebih tepat, tetapi waktu lama.
      • Contoh: Meneliti persepsi siswa SMP terhadap pembelajaran daring. Dengan pendekatan longitudinal, untuk mendapatkan informasi persepsi terhadap pembelajaran daring kelas 7 maka diambil yang saat ini sedang kelas 7, persepsi siswa klas8 terhadap pembelajaran daring makan nanti nunggu siswa kelas 7 ini naik kelas 8, dan untuk misalnya persepsi kelas 9 nanti nunggu anaknya framework7 adalah nanti kelas nunggu dia naik kelas 9 itu subjeknya sama jadi orang yang sama tapi waktunya kan nunggu lama.
    • Penelitian Cross-Sectional: Pengumpulan data cepat, tetapi kelemahan pada kondisi tertentu diwakili oleh subjek yang berbeda.
      • Contoh: Meneliti persepsi siswa SMP terhadap pembelajaran daring. Dengan pendekatan Cross sectional, maka ya untuk lah 7 kita ambil wakil dari kelas 7 yang saat ini kelas 8 diambil kelas 8 yang ada saat ini kelas 9 diambil kelas 9 yang saat ini.
  • Berdasarkan Tingkat Eksplanasi:
    • Penelitian Deskriptif: Menguraikan data secara mandiri, variabel tidak dikaitkan.
    • Penelitian Komparatif: Mengaitkan dua atau lebih variabel dengan pendekatan perbandingan.
    • Penelitian Asosiatif/Korelasi: Mengaitkan dua atau lebih variabel dengan pendekatan hubungan.

2. Perbedaan Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif

| Fitur | Penelitian Kuantitatif . | Tujuan | Membuat generalisasi. . | Populasi dan Sampel | Populasi dan sampel didefinisikan dengan jelas. . | Statistik | Menggunakan statistika inferensial (induktif) untuk menguji hipotesis.

AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.

MAKE IT YOURS

Read. Remember. Reuse.

Free tools

Go a little deeper.

Have a question about this video? Load its transcript to open the video chat.