Key Concepts
- Tahun 2024 sebagai roller coaster kehidupan
- Kebingungan mahasiswa akhir tentang karir setelah lulus
- Miskonsepsi tentang passion: mencari vs. membangun
- Proses dulu baru passion
- Empat tahap "Eh kok jadi suka ya?"
- Passion mirip PDKT
- Passion seringkali bikin stuck
- Pentingnya eksplorasi dan belajar
- Mencintai apa yang ada di depan mata
- Passion is overrated
Pengalaman Pribadi di Tahun 2024
Wilson membuka presentasinya dengan menggambarkan tahun 2024 sebagai tahun yang sangat berkesan dan penuh gejolak, seperti "roller coaster". Tahun tersebut merupakan tahun terakhirnya kuliah, yang membuatnya senang sekaligus khawatir tentang masa depan, pekerjaan, pernikahan, dan cara mengumpulkan uang untuk membeli rumah. Selain itu, ia juga mengalami putus cinta yang menambah tekanan mentalnya.
Kebingungan Setelah Lulus Kuliah
Wilson menekankan bahwa pertanyaan "Habis kuliah mau ngapain?" menjadi momok bagi mahasiswa akhir. Meskipun ia aktif dalam organisasi kemahasiswaan (BEMUC sebagai kepala departemen dan presiden) dan bisnis video production sebagai CEO dan CMO, ia tetap merasa bingung tentang arah karirnya.
Miskonsepsi tentang Passion
Wilson membahas perdebatan tentang passion di media sosial, antara mengikuti passion atau bersikap realistis mencari uang. Ia merasa kedua pandangan tersebut ada benarnya, namun ia tidak ingin menjadi "zombie" yang bekerja pada sesuatu yang dibenci. Ia menyadari bahwa kesalahannya adalah mencari-cari passion, bukan membangunnya.
Kutipan: "Kesalahannya kita atau bagi saya adalah mencari-cari passion, bukan membangun passion."
Proses Dulu Baru Passion
Wilson menceritakan pengalamannya sendiri, di mana ia merasa sebagai "average joe" saat SMA dan tidak pernah membayangkan dirinya menjadi seorang leader. Namun, karena tuntutan credit point kemahasiswaan, ia ikut organisasi dan kepanitiaan. Awalnya ia merasa bosan, tetapi lama-kelamaan ia mulai menikmati dan merasa cocok. Ia menjadi emotionally invested dan berusaha menjadi yang terbaik. Akhirnya, ia menjadi kepala departemen dan presiden BEM.
Kutipan: "Proses dulu baru passion. Bukan sebaliknya."
Empat Tahap "Eh Kok Jadi Suka Ya?"
Wilson menjelaskan empat tahap yang sering dilalui dalam menemukan passion:
- Biasa aja/Bosan: Melakukan sesuatu karena tuntutan eksternal.
- When you don't care: Tetap melakukan secara konsisten dan tekun.
- When you care: Mulai merasakan manfaat dan nilai tambah.
- When you care a lot: Merasa bangga, ingin menjadi yang terbaik, dan merasa ada yang hilang jika tidak melakukannya.
- When you can't imagine doing anything else: Pekerjaan menjadi identitas dan sangat penting secara emosional.
Passion Mirip PDKT
Wilson menganalogikan proses menemukan passion dengan PDKT (pendekatan). Ada proses mendekati, mencoba, dan bisa saja gagal. Namun, proses tersebut harus dinikmati.
Passion Seringkali Bikin Stuck
Wilson menyadari bahwa passion seringkali membuat orang stuck dalam keraguan untuk mengambil tindakan. Mereka takut jika tidak suka atau jika itu bukan passion mereka.
Kutipan: "Passion itu enggak pernah salah. Tapi passion ini seringkiali bikin kita stuck."
Pentingnya Eksplorasi dan Belajar
Wilson menekankan pentingnya eksplorasi, belajar, dan keluar dari zona nyaman. Ia mengatakan bahwa passion seringkali muncul dari hal-hal yang tidak disukai atau tidak diketahui sebelumnya.
Mencintai Apa yang Ada di Depan Mata
Wilson menyarankan untuk mulai mencintai apa yang dikerjakan sehari-hari. Karena bagaimana bisa mencintai jika tidak pernah berusaha untuk mencinta?
Passion is Overrated
Wilson mengutip Jeff Goins yang mengatakan bahwa passion saja tidak cukup untuk mempertahankan pekerjaan. Ia menyimpulkan bahwa passion is overrated dan lebih baik untuk mulai mengambil tindakan daripada terus mencari-cari passion.
Kutipan: "Passion alone is not enough to sustain the work."
Kesimpulan
Wilson mengajak pendengar untuk berhenti mencari-cari passion dan mulai mengambil tindakan. Ia menekankan pentingnya proses, eksplorasi, belajar, dan mencintai apa yang ada di depan mata. Ia menyimpulkan bahwa passion itu penting, tetapi tidak boleh menjadi penghalang untuk bertindak.
AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.





