Ini 6 Investasi Terbaik di 2025 (Profit Konsisten)

Doddy Bicara InvestasiAbout 5 min readMar 19, 2025Watch original
THE SUMMARYAI-generated

Key Concepts

Passive income, dividen saham, volatilitas saham, deposito Bank digital, LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), inflasi, reksa dana pasar uang (RDPU), NAB (Nilai Aktiva Bersih), surat berharga negara (SBN) retail, obligasi retail Indonesia (ORI), savings bond retail (SBR), sukuk retail (SR), sukuk tabungan (ST), obligasi FR (fixed rate bonds), reksa dana pendapatan tetap (RDPT), deposito BPR (Bank Perkreditan Rakyat), diversifikasi.

1. Pendahuluan: Hidup dari Passive Income

  • Main Topic: Cara mencapai kebebasan finansial melalui passive income dari investasi.
  • Key Point: Passive income diperoleh dari aset investasi yang menghasilkan cash flow lebih besar dari biaya hidup. Contoh: memiliki aset yang menghasilkan Rp5 juta per bulan tanpa harus bekerja.
  • Volatilitas Saham: Pasar saham bisa sangat fluktuatif, tidak cocok untuk semua orang. Contoh: penurunan harga saham BCA (-7%), BNI, Mandiri, dan BRI (-30%) di awal 2025 menyebabkan kepanikan investor.
  • Alternatif Investasi: Ada banyak pilihan investasi yang lebih stabil daripada saham untuk menghasilkan passive income.

2. Menghitung Jumlah Aset yang Dibutuhkan

  • Rumus: Jumlah aset = (Target passive income bulanan x 12) / Return investasi.
  • Contoh Deposito: Untuk passive income Rp5 juta per bulan dengan bunga deposito 2.8% (setelah pajak), dibutuhkan aset Rp2,14 miliar.
  • Meningkatkan Return: Mencari investasi dengan return lebih tinggi dapat menurunkan jumlah aset yang dibutuhkan. Contoh: dividen saham BRI (9%), BNI dan Mandiri (7%), saham otomotif dan batubara (>10%).

3. Investasi Passive Income Terbaik di 2025

3.1. Deposito Bank Digital

  • Deskripsi: Deposito yang ditawarkan melalui aplikasi online dengan bunga fix dan dijamin LPS (maksimal Rp2 miliar per bank per nasabah, bunga di bawah 4.25%).
  • Kelebihan: Simpel, bunga fix, dijamin LPS.
  • Kekurangan: Bunga deposito bank umum sering kalah dengan inflasi. Beberapa bank digital menawarkan bunga hingga 8%, tetapi tidak dijamin LPS.
  • Simulasi: Tabel menunjukkan dana yang dibutuhkan untuk mencapai passive income tertentu. Contoh: untuk Rp5 juta per bulan, dibutuhkan Rp1,76 miliar (dengan asumsi bunga tertentu).

3.2. Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)

  • Deskripsi: Dana dikelola oleh manajer investasi dan ditempatkan di deposito atau surat berharga jangka pendek.
  • Kelebihan: Return lebih tinggi dari suku bunga LPS, return bersih (bukan objek pajak), bisa dicairkan kapan saja tanpa penalti, dikelola profesional, modal awal kecil (Rp10.000), terdiversifikasi.
  • Kekurangan: Harus jual unit untuk menikmati hasil, tidak ada LPS, keuntungan dari capital gain (kenaikan NAB per unit).
  • Contoh: Top 5 RDPU dengan return tinggi dalam setahun terakhir.
  • Simulasi: Untuk Rp5 juta per bulan, dibutuhkan Rp1,15 miliar (dengan asumsi return 5.2%).

3.3. Surat Berharga Negara (SBN) Retail

  • Deskripsi: Surat utang yang diterbitkan pemerintah. Investor meminjamkan uang ke pemerintah dan menerima kupon secara berkala.
  • Jenis: ORI (Obligasi Retail Indonesia), SBR (Savings Bond Retail), SR (Sukuk Retail), ST (Sukuk Tabungan).
  • Kelebihan: 100% aman dan dijamin negara, kupon bulanan secara cash, return lebih tinggi dari deposito dan RDPU. Contoh: ORI 27 dengan kupon 6.75% per tahun (bersih 6.07%).
  • Kekurangan: Jatuh tempo relatif lama (2-6 tahun), harga bisa fluktuatif jika dijual sebelum jatuh tempo (ORI dan SR), beberapa SBN tidak bisa dijual sewaktu-waktu (SBR dan ST).
  • Simulasi: Untuk Rp5 juta per bulan, dibutuhkan Rp988 juta (dengan contoh ORI 27).

3.4. Obligasi FR (Fixed Rate Bonds)

  • Deskripsi: Obligasi negara yang bisa dibeli kapan saja di pasar sekunder.
  • Perbedaan dengan SBN Retail: SBN retail hanya bisa dibeli saat penawaran dibuka, obligasi FR bisa dibeli kapan saja.
  • Kelebihan: Aman dan dijamin negara, kupon bisa lebih tinggi dari SBN retail (untuk jatuh tempo >6 tahun), liquid dan bisa dijual kapan saja.
  • Kekurangan: Kupon dibayar setiap 6 bulan, harga bisa turun jika suku bunga naik, tidak cocok untuk kebutuhan dana jangka pendek.
  • Simulasi: Dengan asumsi return 7% per tahun dan pajak 10%, tabel menunjukkan dana yang dibutuhkan untuk passive income tertentu.

3.5. Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)

  • Deskripsi: Dana ditempatkan di berbagai obligasi (negara dan korporasi) dan dikelola oleh manajer investasi.
  • Kelebihan: Praktis (tidak perlu reinvestasi kupon atau jual obligasi sendiri), return lebih tinggi dari deposito atau RDPU, modal awal kecil (Rp10.000), bisa dicairkan kapan saja.
  • Kekurangan: Keuntungan dari kenaikan NAB per unit (harus jual unit untuk menikmati hasil), bisa mengalami penurunan nilai, ada biaya manajemen.
  • Contoh: Beberapa RDPT dengan return yang baik dalam 3-5 tahun terakhir.
  • Simulasi: Dengan rata-rata return 6% per tahun, tabel menunjukkan dana yang dibutuhkan untuk passive income tertentu.

3.6. Deposito BPR (Bank Perkreditan Rakyat)

  • Deskripsi: Deposito yang diterbitkan oleh BPR.
  • Kelebihan: Bunga lebih tinggi dari bank umum (6.75% per tahun per Januari 2025), dijamin LPS. Return bersih 5.4% per tahun setelah pajak.
  • Kekurangan: Akses BPR terbatas (kantor cabang tidak banyak), kurang populer.
  • Solusi: Marketplace deposito BPR seperti deposito BPR by komunal.
  • Simulasi: Untuk Rp5 juta per bulan, dibutuhkan Rp1,11 miliar.
  • Deposito BPR by komunal: Aplikasi untuk membuka deposito di berbagai BPR, mulai dari Rp1 juta, bunga hingga 6.75%, tenor mulai dari 1 bulan. Kode referal "Dodi" untuk cashback Rp50.000 (syarat dan ketentuan berlaku).

4. Kesimpulan

  • Enam Pilihan Investasi: Deposito Bank digital, RDPU, SBN retail, obligasi FR, RDPT, dan deposito BPR.
  • Pertimbangan: Setiap investasi memiliki kelebihan dan kekurangan. Pilih sesuai profil risiko, tujuan keuangan, dan kebutuhan likuiditas.
  • Diversifikasi: Pertimbangkan untuk melakukan diversifikasi investasi untuk mengurangi risiko.
  • Pesan Penutup: Pembaca diajak untuk berbagi investasi passive income favorit mereka di kolom komentar.

AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.

MAKE IT YOURS

Read. Remember. Reuse.

Free tools

Go a little deeper.

Have a question about this video? Load its transcript to open the video chat.