Fungsi Hukum Pidana
By Ari Wibowo, SHI, SH, MH
Share:
Fungsi Hukum Pidana: Ultimum Remedium vs. Primum Remedium
Key Concepts:
- Ultimum Remedium
- Primum Remedium
- Subsidiaritas
- Criminalization as Last Resort (Ultima Ratio Principle)
- Kriminalisasi
- Overkriminalisasi
- Overpenalisasi
- Pengobatan Simptomatik vs. Pengobatan Kausatif
1. Ultimum Remedium vs. Primum Remedium:
- Ultimum Remedium: Hukum pidana seharusnya difungsikan sebagai "senjata terakhir" atau upaya terakhir setelah sarana lain dianggap tidak memadai. Ini berarti hukum pidana memiliki fungsi subsidaritas atau fungsi pengganti.
- Primum Remedium: Kecenderungan saat ini adalah hukum pidana difungsikan sebagai "senjata pertama," di mana setiap undang-undang baru cenderung menyertakan ancaman pidana, bahkan untuk pelanggaran yang seharusnya bisa ditangani dengan sanksi administratif.
- Contoh: Seharusnya pelanggaran administratif seperti tidak membawa SIM (padahal punya) tidak langsung diancam pidana, melainkan sanksi administratif terlebih dahulu.
2. Alasan Hukum Pidana Sebagai Ultimum Remedium:
- Sanksi Paling Keras: Sanksi pidana (pidana mati, penjara, kurungan, denda) adalah sanksi yang paling keras dibandingkan sanksi di bidang hukum lain.
- Stigma Negatif: Sanksi pidana tidak hanya berdampak saat menjalani hukuman, tetapi juga menimbulkan stigma negatif dari masyarakat setelahnya. Pelaku tetap dianggap sebagai penjahat, meskipun sudah menjalani hukuman.
- Overkriminalisasi dan Overpenalisasi: Dalam praktiknya, hukum pidana sering menimbulkan dampak negatif berupa overkriminalisasi (perbuatan yang tidak layak diancam pidana, malah diancam) dan overpenalisasi (pemidanaan yang berlebihan).
- Contoh: Pelanggaran administratif yang seharusnya tidak diancam pidana, malah diancam.
- Akibat: Over capacity di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), pembinaan tidak efektif, dan tujuan Lapas untuk memasyarakatkan terpidana kembali tidak tercapai.
- Dampak Lebih Luas: Overkriminalisasi dan overpenalisasi memperberat beban aparat penegak hukum, hukum pidana kehilangan pengaruh dan kewibawaannya di masyarakat. Sanksi pidana dianggap biasa saja.
- Keterbatasan Hukum Pidana: Hukum pidana hanya menanggulangi kejahatan dari gejalanya saja (pengobatan simptomatik), bukan dari akar masalahnya (pengobatan kausatif).
- Contoh: Penangkapan dan pemidanaan koruptor hanya menghilangkan gejala korupsi, sementara akar masalah korupsi (misalnya, sistem birokrasi yang buruk) tidak terselesaikan.
3. Kriminalisasi Sebagai Upaya Terakhir (Criminalization as Last Resort):
- Ultima Ratio Principle: Kriminalisasi (proses menjadikan suatu perbuatan yang awalnya tidak diancam pidana menjadi diancam pidana) harus menjadi upaya terakhir.
- Kapan Kriminalisasi Diperlukan: Ketika sanksi di bidang hukum lain sudah dipandang tidak efektif dalam menegakkan norma hukum.
4. Kesimpulan dan Rekomendasi:
- Penerapan sanksi pidana harus hati-hati, cermat, hemat, selektif, dan limitatif.
- Jika sanksi lain masih efektif, sanksi pidana harus dihindari.
- Kriminalisasi harus menjadi upaya terakhir (Ultima Ratio Principle).
5. Notable Quotes:
- "semestinya hukum pidana difungsikan sebagai ultimum remidium atau senjata terakhir setelah sarana lain dianggap tidak memadai"
- "kriminalisasi sebagai last Resort kriminalisasi itu sebagai upaya yang terakhir Ultima rasio principle atau ultimum remidium"
Chat with this Video
AI-PoweredLoad the transcript when you're ready to chat so the initial page stays lighter.
Related Videos

Inside Jeffrey Epstein's Network of Power
Bloomberg Originals

ABC World News Tonight with David Muir Full Broadcast - May 21, 2026
ABC News

Court names Mango tycoon's son as suspect in probe into father's death • FRANCE 24 English
FRANCE 24 English

Cảnh báo lừa đảo cài đặt ‘thẻ bảo hiểm điện tử’ qua điện thoại | Cụm tin | VTV24
VTV24

'Medicaid fraud is tier one slush fund, not…': Sen Kennedy jabs Van Hollen over California spending
The Economic Times

Jury tosses Elon Musk's lawsuit against OpenAI and its boss Sam Altman. #USNews #BBCNews
BBC News

Elon Musk loses court battle against Sam Altman, OpenAI
CNBC Television