Cara mudah Membuat dan Mengembangkan Indikator Soal, Kisi-kisi Soal, dan Butir Soal secara praktis

technomeducationAbout 3 min readMar 19, 2025Watch original
THE SUMMARYAI-generated

Key Concepts:

  • KD (Kompetensi Dasar): Basic Competencies
  • IPK (Indikator Pencapaian Kompetensi): Competency Achievement Indicators
  • Indikator Soal: Question Indicators
  • Kisi-kisi Penilaian: Assessment Grid
  • Butir Soal: Question Items
  • Level Kognitif: Cognitive Level (C1, C2, etc.)
  • HOTS (Higher Order Thinking Skills): Higher Order Thinking Skills

1. Pengembangan IPK menjadi Indikator Penilaian

  • Definisi KD dan IPK: KD adalah kompetensi dasar, sedangkan IPK adalah indikator pencapaian kompetensi. IPK dalam konteks ini berbeda dengan IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) di perkuliahan.
  • Pentingnya Indikator Soal: Sebelum membuat kisi-kisi dan soal, perlu ada indikator soal yang mendasari.
  • Contoh KD: KD 3.4: Menentukan kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra serta perawatannya melalui teks pendek (gambar, tulisan, slogan, dll.) dan eksplorasi lingkungan.
  • Pengembangan IPK dari KD: Dari KD 3.4, dikembangkan menjadi empat IPK (kognitif karena depannya angka 3). Contoh IPK: Memilih kosakata tentang anggota tubuh dan pancaindra melalui teks pendek.
  • Pemecahan IPK: IPK yang luas (misalnya, anggota tubuh) bisa dipecah menjadi lebih spesifik (bagian kepala, badan, kaki/tangan) agar indikator soal lebih variatif.
  • Contoh Pengembangan Indikator Soal:
    • IPK: Memilih kosakata tentang anggota tubuh bagian kepala.
    • Indikator Soal: Disajikan tabel, siswa mampu memilih kosakata tentang anggota tubuh bagian kepala.
    • Indikator Soal: Disajikan wacana, siswa mampu memilih kosakata tentang tubuh bagian tangan.
  • Variasi Penyajian: Indikator soal bisa menggunakan tabel, wacana, gambar, grafik, ilustrasi, syair lagu, dll. Wacana tidak harus panjang; pernyataan pendek juga bisa.
  • Contoh IPK Lain: Menjelaskan fungsi. Dikembangkan menjadi dua indikator soal: menjelaskan fungsi bagian kepala dan menjelaskan fungsi bagian tangan.
  • Indikator Soal Merepresentasikan IPK: Indikator soal harus merepresentasikan IPK. Jika siswa bisa menjawab soal dengan benar, maka siswa dianggap mencapai IPK tersebut.

2. Pengembangan Kisi-Kisi Penilaian

  • Tabel Kisi-Kisi: Tabel terdiri dari mata pelajaran, IPK, indikator soal, level kognitif, bentuk soal, nomor soal, dan bobot soal.
  • Isi Tabel:
    • Mata Pelajaran: Diisi mata pelajaran (contoh: Bahasa Indonesia).
    • IPK: Salin dari IPK yang sudah dibuat.
    • Indikator Soal: Salin dari indikator soal yang sudah dibuat.
    • Level Kognitif: Sudah ditentukan saat membuat IPK (contoh: C1 untuk memilih).
    • Bentuk Soal: Ditentukan (isian, pilihan ganda, mencocokkan, dll.).
    • Nomor Soal (Butir Soal): Nomor urut soal.
    • Bobot Soal: Nilai maksimal jika siswa menjawab benar (tergantung jenis soal).
  • Fokus Penentuan: Bentuk soal, nomor soal, dan bobot soal perlu ditentukan. Mata pelajaran, IPK, indikator soal, dan level kognitif sudah ada sebelumnya.

3. Pembuatan Butir Soal

  • Contoh Butir Soal (C1, Tidak HOTS):
    • Indikator Soal: Disajikan tabel, siswa mampu memilih kosakata tentang anggota tubuh bagian kepala.
    • Soal: Pilihan di bawah ini yang terletak di kepala dengan memberi tanda centang pada kotak yang disediakan (dagu, kepala, alis, mata, rambut).
  • Soal HOTS: Soal HOTS tidak harus susah, tetapi soal susah belum tentu HOTS. Yang dilihat adalah polanya.
  • Contoh Butir Soal (HOTS):
    • Wacana: Cerita tentang seorang anak yang pergi ke pasar dan menggunakan perlengkapan untuk melindungi diri dari panas.
    • Soal: Dari wacana di atas, sebutkan mana saja anggota tubuh yang terletak di kepalanya.
    • Analisis: Soal ini HOTS karena siswa harus membaca, memilih kosakata, dan mengidentifikasi bagian tubuh yang terletak di kepala. Ada banyak kosakata, dan siswa harus memilih yang tepat.
  • Pilihan Soal: Dari satu indikator soal, bisa dibuat beberapa butir soal (contoh: satu soal C1 biasa dan satu soal HOTS).
  • Penyajian Soal: Soal bisa disajikan dalam bentuk tabel, wacana, gambar, grafik, cerita, pernyataan, dll.

4. Proses Pembuatan Soal

  • Urutan: KD -> IPK -> Indikator Soal -> Kisi-Kisi -> Soal.
  • Keterkaitan: Semua tahapan saling berkaitan dan tidak bisa diloncati.
  • Jumlah Soal: Satu indikator soal menghasilkan satu item soal.

5. Kesimpulan

Proses pembuatan soal yang baik melibatkan pengembangan KD menjadi IPK, IPK menjadi indikator soal, indikator soal menjadi kisi-kisi, dan akhirnya menjadi soal. Proses ini memastikan bahwa soal yang dibuat relevan dengan kompetensi yang ingin dicapai dan dapat mengukur kemampuan siswa secara efektif.

AI summaries can miss context or contain errors. Check important details against the original video.

MAKE IT YOURS

Read. Remember. Reuse.

Free tools

Go a little deeper.

Have a question about this video? Load its transcript to open the video chat.